Senin, 11 April 2011

Teknologi 2011 "4G"



Perkembangan networking tidak terlepas dari berkembangnya teknologi yang mendukungnya. Pertama kali networking diperkenalkan menggunakan teknologi yang masih sangat terbatas dan mahal harganya. Namun untuk saat ini teknologi untuk networking sudah sedemikian canggihnya, semakin mudah digunakan dan semakin murah harganya.
Sebagai contoh jika untuk menghubungkan jaringan dengan topologi star, pada masa lalu hanya ada pilihan konsentrator HUB dengan harga yang sangat mahal, namun dimasa kini sudah ada pilihan konsentrator berupa SWITCH dengan kemampuan 10x dari HUB dan harganya sudah terjangkau.
Jika dimasa lalu kita belum mengenal teknologi wireless namun sekarang kita bisa menghubungkan jaringan komputer dengan media wireless atau tanpa kabel. Jika dimasa lalu belum ada media komunikasi satelit tetapi dimasa sekarang kita bisa menggunakan media satelit untuk berbagi data antar negara.


Di tahun 2011, kita mulai mengenal Teknologi 4G atau Long Term evolution (LTE) yang sudah lama berdengung. 4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi telepon selular. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond".
Kemampuan LTE ini untuk mencermati keunggulan teknologi masa depan tersebut. LTE adalah pengembangan teknologi 3G yang difokuskan ke arah kecepatan transfer data yang lebih tinggi ketimbang 3.5G.
Tren evolusi teknologi komunikasi seluler saat ini memang mengarah ke LTE yang disebut-sebut memiliki kecepatan data transfer hingga 100 Mbps (downlink). Salah satunya karena LTE bisa memanfaatkan existing technology dan infrastruktur yang sudah dimiliki operator. Berbeda dengan WiMax yang harus membangun infrastruktur yang baru untuk menerapkannya.
Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 

4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM,TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled. Beberapa bloggerdan pihak media yang ikut mencoba LTE ini merasakan streaming video YouTube tanpa buffering sedikit pun. Pengujian langsung terhadap LTE ini, dilakukan untuk mengetahui cara kerja dan apa saja yang bisa dilakukan teknologi baru tersebut.

Selama ini banyak negara lain yang menggunakan 2,6 Mhz, tapi secara pasar dan didukung ekosistemnya, 700 Mhz dianggap sangat ideal.
Maka, dapat disimpulkan bahwa 4G ini mampu membuat banyak orang lebih praktis untuk mengerjakan sesuatunya tanpa harus menunggu lama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar